HAB Kemenag ke-71 UIN Maliki Malang

Sejarah singkat HAB Kemenag

Kementerian Agama Republik Indonesia (disingkat Kemenag RI, dahulu Departemen Agama Republik Indonesia, disingkat Depag RI) adalah kementerian dalam Pemerintah Indonesia yang membidangi urusan agama.

Lahirnya Kementerian Agama merupakan jawaban kongkrit atas tuntutan sejarah bangsa. Dan lebih dari itu hal ini merupakan jaminan atas pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945, terutama sila Ketuhanan dan pasal 29 dari UUD 1945.

Keberadaan Kementerian Agama yang ada mulanya bernama Kementerian Agama, awalnya diusulkan oleh utusan Komite Nasional Indonesia Daerah (KNID) Kepresidenan Banyumas (K.H. Abu Dardiri, H.M. Saleh Suaidy dan M. Sukeso Wirya Saputra) pada sidang pleno Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) di Jakarta pada tanggal 24-28 Nopember 1945.

Usulan mereka disetujui oleh sidang, kemudian keputusan sidang tersebut diproses. Dan pada tanggal 3 Januari 1946, pemerintah mengumumkan berdirinya Kementerian Agama RI dengan Menteri Agamanya yaitu H.M. Rasyidi, BA. Maka dari sejarah singkat itulah, tanggal 3 Januari diperingati sebagai Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama.

Dalam usia menjelang 71 tahun ini, beberapa prestasi yang telah diraih Kemenag antara lain :

  1. Publik menilai positif kinerja Kementerian Agama
  2. Sebagian besar program telah mulai memenuhi harapan sehingga kinerja Kemenag dianggap cukup baik dalam sejumlah survei.
  3. Indeks kepuasan jemaah haji terus naik,
  4. Indeks kerukunan umat beragama juga masih tinggi,
  5. Indeks reformasi birokrasi kita naik peringkat dari CC menjadi B yang berimplikasi naiknya tunjangan kinerja dari 40 menjadi 60 persen.
  6. Penghargaan dari Presiden sebagai Penyedia Layanan BLU dengan Akses Terjangkau,
  7. Penghargaan dari Kemenkeu sebagai Kementerian dengan Kontribusi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) terbesar dalam APBN.
  8. Penghargaan ganda terkait ekonomi syariah, yaitu sebagai Pemrakarsa Proyek Infrastruktur Berbiaya Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan Investor Utama Sukuk Negara Domestik.

Tapi di sisi lain, Ombudsman Nasional menilai Kemenag masih bertanda warna kuning atau belum begitu bagus dalam hal pemenuhan standar layanan publik. Kita juga turun predikat dari WTP menjadi WDP dalam audit keuangan oleh BPK. dan masih ada keluhan-keluhan publik yang belum terselesaikan secara tuntas.

Kemenag terus menerus berupaya mencapai standar mutu yang prima dalam melayani umat. Dengan memanfaatkan teknologi informasi, segala proses perizinan, beasiswa, hingga bantuan sosial dilakukan secara lebih simpel, pasti, dan bebas pungli. Berbagai aplikasi manajemen yang menunjang kerja juga sedang dikembangkan demi tercapainya kinerja yang lebih baik. Selain itu, Kemenag mencanangkan program-program baru sebagai respons atas situasi dan dinamika terkini terkait kehidupan beragama dalam masyarakat era digital

Peringatan HAB Kemenag 2017 UIN Malang

UIN Maliki Malang merupakan salah satu perguruan tinggi Islam yang bernaung di bawah kementerian Agama RI. Pada tanggal 21 Juni 2004 UIN Maliki Malang diresmikan oleh Menko Kesra ad Interim Prof. H.A. Malik Fadjar, M.Sc bersama Menteri Agama Prof. Dr. H. Said Agil Husin Munawwar, M.A. atas nama Presiden pada 8 Oktober 2004 dengan nama Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Sebagai salah satu instansi yang bernaung di bawah Kemenag RI,  UIN Maliki Malang pada setiap tahunnya juga menyelenggarakan peringatan HAB Kemenag RI.

HAB Kementerian Agama Republik Indonesia ke-71 tahun 2017 merupakan salah satu hari yang bersejarah bagi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Bersamaan dengan dilaksanakannya upacara bendera dalam rangka memperingati HAB Kemenag tahun 2017 ini, UIN Maliki Malang melantik Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Maliki Malang yaitu Prof. Dr. dr. Bambang Pardjianto, Sp.B., Sp.BP-RE (K). Guru besar Universitas Brawijaya, Malang tersebut diberi tugas untuk memimpin fakultas yang telah menaungi dua jurusan yaitu fakultas Kedokteran dan fakultas Farmasi.

Pelaksanaan upacara bendera barjalan lancar dan khidmat dan diikuti oleh 750 peserta yang terdiri dari unsur pimpinan, dosen dan karyawan UIN Maliki Malang serta undangan.

Pelaksanaan Upacara Bendera

Upacara bendera merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan sesuai dengan tata upacara yang telah ditetapkan dalam undang-undang. Upacara bendera adalah suatu ritual khusus untuk menghormati simbol-simbol negara, seperti: bendera, lagu kebangsaan, pahlawan dan lain sebagainya.  Lebih dari itu upacara bendera hakekatnya sebenarnya sebagai cerminan nilai-nilai budaya bangsa dan merupakan ciri khas yang membedakan dengan negara lain.

Upacara bendera memiliki tujuan yang sangat mulia, diantaranya adalah membiasakan bersikap tertib dan disiplin, menanamkan kekompakan dan kebersamaan, meningkatkan persatuan dan kesatuan, mengenang jasa para pahlawan, dan yang paling penting adalah meningkatkan semangat nasionalisme. Semangat nasionalisme sangat penting dimiliki oleh setiap warga negara Indonesia.

Upacara bendera itu telah diatur dalam Inpres Nomor 14 tahun 1981 tentang urutan upacara bendera. Ini berarti upacara bendera memiliki legalitas yang kuat. Hal tersebut perlu diperhatikan oleh semua kalangan masyarakat, lebih khususnya instansi pemerintahan.

Dewasa ini bisa kita katakan banyak kalangan malas melakukan upacara bendera, baik itu pegawai maupun masyarakat umum. Bagi mereka upacara bendera  hal yang sangat membosankan. Ini merupakan problem yang perlu diatasi, karena melalui upacara benderalah masyarakat meningkatkan jiwa nasionalisme.

Kita juga bisa melihat pelaksanaan upacara bendera hanya bersifat seremonial belaka, tanpa memandang arti dan maknanya. Bayangkan saja banyak masyarakat main-main melaksanakan upacara bendera. Mereka apatis dan meremehkan kegiatan ini. Banyak dari masyarakat Indonesia mungkin ada yang dalam hidupnya belum pernah melakukan upacara. Memang miris namun memang kenyataan seperti itu.

Nilai dan manfaat upacara bendera bagi ASN UIN Malang

Manfaat penyelenggaraan pelaksanaan upacara pengibaran bendera merah putih di isntansi pemerintah bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) antara lain meningkatkan rasa nasionalisme, pengabdian, tanggung jawab, disiplin, dan pelaksanaan gerakan revolusi mental aparatur sipil negara guna mewujudkan kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat yang dilandasi nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.

Selain tersebut diatas, ada beberapa nilai yang terkandung dalam upacara bendera mencakup beberapa hal, di antaranya :

  1. Membiasakan bersikap tertib dan disiplin.
  2. Membiasakan berpenampilan rapi.
  3. Meningkatkan kemampuan memimpin.
  4. Membiasakan kesediaan memimpin.
  5. Menumbuhkan nasionalisme
  6. Membuat patuh pada aturan.
  7. Menanamkan tanggungjawab.

Sikap kita saat mengikuti upacara bendera harus khidmat dan disiplin karena upacara bendera merupakan bentuk penghargaan kita terhadap jasa para pahlawan. Selain itu upacara bendera juga merupakan salah satu cara meningkatkan rasa cinta tanah air dan bangsa Indonesia.

Manfaat dan nilai upacara bendera dalam rangka memperingati HAB Kemenag RI ke-71 tahun 2017 ini juga terasa di UIN Maliki Malang,  peserta upacara mengikuti dengan tertib dalam barisan dari awal sampai akhir acara. Berkat kedisiplinan dan ketertiban peserta, upacara berjalan sesuai dengan skenario yang direncanakan,

Semoga moment upacara peringatan HAB Kemenag RI ke-71 tahun 2017 UIN Maliki Malang ini dapat meningkatkan kinerja dan prestasi kerja Kementerian Agama khususnya ASN di lingkungan UIN Maliki Malang sesuai dengan tagline “Bersih Melayani” dan motto “Lebih Dekat Melayani Umat”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *